RESUME
KEWIRAUSAHAAN
Nama siswa : Betty Anggreani Regina
Kelas : XII AK 1
Email : anggreanibetty@gmail.com
A.
RESUME
Penyusunan Rencana Pengembangan Usaha
1. Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu
proses penyamaian dan penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau
badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antara badan perlu ditingkatkan,
terutama dengan rekan, langganan, bahkan dengan saingan.
Peningkatan komunikasi
antarabadan usaha dapat dilakukan secara formal maupun secara nonformal.
Meningkatkan komunikasi antarabadan usaha secara formal antara lain melalui :
a.
Seminar-seminar
dalam bisnis
b.
Penataran-penataran
yang berhubungan dengan bisnis
c.
Pelatihan-Pelatihan
dalam bisnis
Sedangkan secara
nonformal dilakukan sebagai berikut :
a.
Obrolan
bisnis pada pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantin
pemimpin perusahaan, dan sebagainya
b.
Adanya
kekelurgaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c.
Negosiasi
dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung
tombak bagi keberhasilan dalam bisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya
dipergunakan untuk bernegosiasi dalam mitra usahanya. Memperbanyak negoisasi
dalam bisnis memang sangat penting, agar perusahaan dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya serta memperoleh suatu keuntungan.
Beberapa taktik cara
negoisasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan oleh para pengelola usaha
adalah sebagai berikut :
a.
Memberi
pilihan
Untuk memenangkan
negosiasi dalam usaha, para pengelola usaha harus dapat memberikan jasa pilihan
kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya, karena suatu kualitas barangnya.
b.
Lelang
Cara negosiasi usaha di
sini, berhubungan dengan banyaknya calon mitra bisnis. Mereka semuanya bersaing
sendiri di dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang diajukan dalam bisnis.
c.
Menipu
Para pengelola usaha yang
menerapkan negosiasi cara tersebut pada umumnya senang menipu(faking) calon
mitranya dengan menciptakan seolah-olah lebih banyak mengetahui tentang
informasi dalam bisnis.
d.
Kalah
untuk menang
Dalam hal tersebut pengelola
usaha harus dapat mengalah pada saat-saat tertentu, lemah dalam bisnis. Dengan
melihat dan memperhatikan kelengahan mitra bisnisnya, sedikit demi sedikit
pengelola usaha akan menghasilkan konsesi-konsesinya.
e.
Pura-pura
tidak cocok
Dengan pura-pura tidak
cocok, misalnya barang-barangnya ada cacat, maka mitra bisnisnya akan
menurunkan syarat-syarat penawarannya.
f.
“Ya
atau tidak”
Dengan taktik negosiasi
tersebut, pengelola usaha akan memberikan ultimatum kepada calon mitra bisnis
untuk menerima apa yang ditawarkan persis apa adanya. Ultimatum tersebut perlu
dijalankan dan dibawakan dengan mimik
yang serius, sehingga mitra bisnisnya akan merasa khawatir di dalam negoisasi.
g.
Pura-pura
batal
Pengelola usaha di sini
berpura-pura batal dalam bisnisnya dan membatalkan negosiasinya. Akan tetapi,
tanpa sepengetahuan calon mitra bisnisnya, pengelola usaha tetap berjuang untuk
mencapai keberhasilan dalam bisnis.
h.
Kami
yang hebat
Taktik tersebut banyak
membual tentang keberhasilan di dalam bisnis. Pengelolaan usaha di sini harus
dapat menciptakan kesan kehebatannya di dalam bisnis. Di dalam usahanya, banyak
calon mitra bisnis merasa amat kecil di dalam menghadapinya. Sehingga, akan
menyetujui di dalam melaksanakan negosiasi bisnis yang akan dilaksanakan.
i.
Menambah
ekstra
Taktik negoisasi bisnis
di sini, seorang pengelola usaha harus mencoba menambah kemenangan (konsensi)
pada saat terakhir. Walaupun negosiasi sebenarnya sudah berakhir.
j.
Lambungkan
bola rendah
Pada taktik negosiasi
bisnis tersebut, mulanya pengelola usaha akan menawarkan persyaratan ringan
atau rendah, tetapi setelah penawaran itu diterima, akan segera merembet
menawarkan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan segala persyaratan
semula.
k.
Membuka
kartu lawan bisnis
Didalam negosiasi di
sini, seorang pengelola usaha secara lihai dan pintar dapat membuka kartu lawan
mitra bisnisnya. Dengan membuka kartu lawan mitra bisnisnya ia akan menyetujui
terhadap apa yang ditawarkan.
l.
Lebih
serius
Pengelola usaha yang
menerapkan taktik tersebut akan menganggap bahwa penawaran yang diajukan
diajukan calon mitra bisnisnya hnya main-main. Akan tetapi, di dalam neosiasi
lebih serius.
m.
Pot
besar
Seorang pengelola usaha
dalam taktik ini memasang persyaratan sangat tinggi sekali pada saat memulai
negosiasi bisnis
n.
Persediaan
terbatas
Seorang pengelola usaha
dalam negosiasi ini, selalu menyebutkan persediaan barang dagangnya terbatas
karena laku keras. Dengan demikian, ada kesan jika membeli atau mitra bisnisnya
tidak segera menyetujui bisnisnya maka akan menyesal karena akan kehabisan
barangnya.
o.
Uang
tipuan
Taktik tersebut
menyatakan harga barang dagangan dengan persentase dan dengan nilai riilnya.
Misalnya untuk harga Rp. 10.000,00 akan meminta penurunan 10%, sudah
menguntungkan.
p.
Lihat saja catatan
Seorang pengelola usaha di sini akan menggunakan catatan bisnisnya pada
waktu yang lalu. Dengan menunjukkan catatan bisnisnya, maka mitra bisnisnya
akan menerima persyaratan yang diajukannya.
q.
Bersabar
Kesabaran dapat juga dijadikan sebagai taktik dalam negosiasi bisnis. Di
sini seorang pengelola usaha akan bersabar menunggu sampai calon mitra
bisnisnya dapat menerima persyaratan bisnis yang diajukan.
r.
Menggigit sedikit demi sedikit
Taktik
negosiasi ysng dijalankan seorang pengelola usaha di sini tidak menampakkan
kelemahannya atau kesalahannya. Dengan taktik tersebut, pengelola usaha
berusaha memenangkan bisnis dalam negosiasi sedikit demi sedikit. Dengan cara
ini pula, calon mitra bisnisnya tidak akan sadar bahwa sebenarnya banyak
konsesi yang telah dilepaskan.
2.
Faktor – Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Usaha
A.
Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha
Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha dapat disebutkan sebagai
berikut.
1. Faktor manusia
2. Faktor keuangan
3. Faktor permodalan
4. Menurut sumbernya :
a. Modal sendiri
b. Modal asing ( modal luar )
5. Menurut lama penggunaannya
a. Modal pasif jangka pendek
b. Modal pasif jangka panjang
6. Faktor organisasi
7. Faktor perencanaan
8. Faktor mengatur bisnis
9. Faktor pajak dan asuransi
10. Faktor fasilitas pemerintah
11. Catat bisnis, yang meliputi antara lain :
a. Neraca
b. Laporan rugi / laba
c. Perubahan modal perusahaan
d. Administrasi perusahaan
e. Banyaknya karyawan perusahaan
f. Pemasaran dan penjualan
g. Para pesaing
h. Mitra bisnis
i. Para pelanggan dan konsumen potensial
j. Pasar yang dituju
k. Banyaknya produk dan persediaan
B.
Faktor – faktor penghambat kegiatan usaha
Pada dasarnya faktor – faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha
adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2. Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5. Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6. Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7. Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8. Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9. Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri
C.
Menganalisis peluang ( opportunity ) yang ada
Jika dianalisis, kegiatan usaha yang dikelola sebenarnya banyak yang
menguntungkan. Peluang yang ada banyak sekali, asal ulet, berusaha keras untuk
maju, dan percaya kepada kemampuan sendiri. Peluang bisnis bukanlah peluang
jika tidak sanggup menemukan tindakan – tindakan yang mungkin dan layak untuk
mewujudkannya.
Adapun yang menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan di antaranya
adalah sebagai berikut :
1. Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
2. Kepribadian yang kuat untuk sukses
3. Kecakapan di dalam bekerja atau mengelola usaha
4. Menerapkan manajemen yang baik
5. Berani memikul segala risiko dalam bisnis
Langkah – langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha
adalah sebagai berikut :
1. Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai gambaran tentang
pemasaran hasil produksi
2. Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat
sampai ke tangan para konsumen atau para pembeli
3. Cara memproduksi
4. Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5. Cara memperoleh bahan – bahan baku.
B.
Pilihan
Ganda
1.
Suatu
proses penyamaian dan penerimaan pernyataan dan informasi dari seseorang atau
badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya adlah pengertian….
a. Komunikasi d. Rencana
b. Stategi e. Proses
c. Usaha
Jawaban : a. komunikasi
2.
Untuk
memenangkan negosiasi dalam usaha, para pengelola usaha harus dapat memberikan
jasa pilihan kedua yaitu menurunkan syarat-syaratnya, karena suatu kualitas
barangnya. Hal ini merupakan cara bernegosiasi….
a.
Memberi
pilihan d. Kalah
untuk menang
b.
Lelang e.
Pura-pura tidak cocok
c.
Menipu
Jawaban : a. member pilihan
3.
Dalam hal tersebut pengelola usaha harus dapat
mengalah pada saat-saat tertentu, lemah dalam bisnis. Dengan melihat dan
memperhatikan kelengahan mitra bisnisnya, sedikit demi sedikit pengelola usaha
akan menghasilkan konsesi-konsesinya. Hal ini merupakan cara bernegosiasi….
a.
Memberi
pilihan d. Kalah
untuk menang
b.
Lelang e.
Pura-pura tidak cocok
c.
Menipu
Jawaban : d Kalah untuk menang
4.
Pengelola
usaha di sini berpura-pura batal dalam bisnisnya dan membatalkan negosiasinya.
Akan tetapi, tanpa sepengetahuan calon mitra bisnisnya, pengelola usaha tetap
berjuang untuk mencapai keberhasilan dalam bisnis. Hal ini merupakan cara
bernegosiasi….
a.
“Ya
atau tidak” d.
Lelang
b.
Pura-pura batal e. Pura-pura tidak cocok
c.
Kami
yang terhebat
Jawaban : b. Pura-pura
batal
5.
Seorang
pengelola usaha dalam taktik ini memasang persyaratan sangat tinggi sekali pada
saat memulai negosiasi bisnis. Hal ini merupakan cara bernegosiasi….
a.
“Ya
atau Tidak” d.
Kami yang Terhebat
b.
Pura-pura
batal e. Lelang
c.
Pot
Besar
Jawaban : c. pot besar
6.
Seorang pengelola usaha di sini akan menggunakan
catatan bisnisnya pada waktu yang lalu. Dengan menunjukkan catatan bisnisnya,
maka mitra bisnisnya akan menerima persyaratan yang diajukannya. Hal ini merupakan cara bernegosiasi….
a.
“Ya
atau Tidak” d.
Bersabar
b.
Pura-pura
batal e. Lihat
saja catatan
c.
Lelang
Jawaban : e. lihat saja catatan
7.
Taktik
negoisasi bisnis di sini, seorang pengelola usaha harus mencoba menambah
kemenangan (konsensi) pada saat terakhir. Walaupun negosiasi sebenarnya sudah
berakhir. Hal ini merupakan cara bernegosiasi….
a.
Lambung
Bola Rendah d.
Menambah ekstra
b.
Persediaan
Terbatas e.
Menggigit sedikit demi sedikit
c.
Membuka
Kartu Lawan
Jawaban : d. menambah ekstra
8.
Faktor – faktor pendukung kegiatan usaha adalah
……
a.
Faktor manusia, faktor keuangan dan faktor
permodalan
b.
Faktor kemauan, Faktor usaha, dan Faktor Modal
c.
Faktor manusia, Faktor usaha, dan faktor modal
d.
Faktor Permodalan, Faktor manusia dan Faktor
Usaha
e.
Faktor usaha, Faktor untung, dan Faktor
keberanian
Jawaban : a. Faktor manusia,
faktor keuangan dan faktor permodalan
9.
Menurut sumbernya modal terdiri dari…..
a.
Modal sendiri dan modal pribadi
b.
Modal sendiri dan modal asing
c.
Modal bersama dan modal asing
d.
Modal utang dan modal asing
e.
Modal papa dan mama
Jawaban : b. modal sendiri dan
modal asing
10. Menurut lama penggunaannya modal terdiri dari…
a.
Modal pasif jangka sekarang dan Modal pasif
jangka pendek
b.
Modal pasif jangka sekarang dan Modal pasif
jangka panjang
c.
Modal pasif jangka pendek dan Modal pasif jangka
panjang
d.
Modal pasif masa akan datang dan Modal pasif
jangka panjang
e.
Modal pasif
masa akan datang dan Modal pasif jangka panjang
Jawaban. C. Modal pasif jangka pendek dan Modal pasif
jangka panjang
C.
Essay
1.
Sebutkan
cara meningkatkan komunikasi antarabadan usaha secara nonformal!
Jawaban :
a.
Obrolan
bisnis pada pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahan, penggantin
pemimpin perusahaan, dan sebagainya
b.
Adanya
kekelurgaan yang diteruskan dengan pembicaraan bisnis.
c.
Negosiasi
dalam bisnis
Negosiasi merupakan ujung tombak bagi
keberhasilan dalam bisnis. Para pengusaha sebagian besar waktunya dipergunakan
untuk bernegosiasi dalam mitra usahanya. Memperbanyak negoisasi dalam bisnis
memang sangat penting, agar perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya serta memperoleh suatu keuntungan.
2. Sebutkan faktor – faktor penghambat kegiatan usaha!
Jawaban :
Pada dasarnya faktor – faktor penghambat kegiatan bisnis atau usaha
adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya pengalaman di dalam usaha
2. Tidak tepat atau cocok memilih jenis usaha
3. Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
4. Keuangan atau permodalan usaha kurang sekali
5. Tidak adanya ketertarikan pada bidang usaha yang sedang digelutinya
6. Tidak ada dukungan dari pemerintah daerah
7. Tidak mempunyai keahlian di dalam usaha
8. Tidak mempunyai semangat kewirausahaan
9. Tidak percaya kepada kemampuan diri sendiri
3. Sebutkan langkah – langkah
yang mantap dalam pengelolaan usaha!
Jawaban
:
Langkah – langkah yang mantap dalam pengelolaan usaha :
1. Seorang pengusaha atau calon pengusaha harus mempunyai gambaran tentang
pemasaran hasil produksi
2. Menciptakan penyaluran distribusi agar hasil produksi perusahaan cepat
sampai ke tangan para konsumen atau para pembeli
3. Cara memproduksi
4. Cara pengawasan atau pengendalian produksi
5. Cara memperoleh bahan – bahan baku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar